Fakultas Ilmu Budaya kembali mengadakan Konferensi Linguistik Internasional untuk yang ke-2 kalinya

image

“THE 2ND INTERNATIONAL LINGUISTIC CONFERENCE OF UNIVERSITAS AIRLANGGA” (HARI PERTAMA)

Fakultas Ilmu Budaya kembali mengadakan Konferensi  Linguistik Internasional untuk yang ke-2 kalinya

Konferensi Internasional Linguistik yang diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Airlangga, kali ini menitikberatkan pada fenomena multimodal yang saat ini banyak ditemukan dalam bidang bahasa. Acara pembukaan “The 2nd International Linguistic Conference of Universitas Airlangga” berlangsung di Ruang Siti Parwati Fakultas Ilmu Budaya Universtas Airlangga pada tanggal 17 Juli 2018. Sementara itu, konferensi bertajuk “Language Phenomena in Multimodal  Communication” tersebut akan berlangsung mulai tanggal 17 Juli-19 Juli 2018. Turut hadir dalam acara pembukaan tersebut antara lain Dekan Fakultas Ilmu Budaya, Diah Ariani Arimbi , S.S., M.A., Ph.D., Ketua Panitia Konferensi, Dr. Ni Wayan Sartini, M.Hum, para keynote speakers, Professor Jeff Bezemer, Dr. Tomas Petru, Dr. Deny Arnos Kwary, Associate Professor Michael Hadzantonis, Student Association of Linguistic Program serta lebih dari 89 pemateri dari Indonesia, Malaysia, Thailand, Bangladesh, Jepang, Polandia, dan China. Sebanyak 78 abstrak telah diterima untuk dipresentasikan dalam konferensi ini.

Pembukaan “The 2nd International Linguistic Conference of Universitas Airlangga” diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya kemudian dilanjutkan dengan persembahan Tari Merak oleh Komunitas Tari Tradisional Fakultas Ilmu Budaya. Setelah itu, sambutan pertama disampaikan oleh Dr. Ni Wayan Sartini, M.Hum, selaku Ketua Panitia Konferensi. Beliau menyatakan rasa syukur atas terselenggaranya konferensi linguistik yang kedua dengan tajuk “Language Phenomena in Multimodal Communication” yang sejalan dengan tajuk konferensi pertama yang diselenggarakan pada tahun 2014 yakni “Language  Phenomena in Urban Society”.

“Tujuan dari konferensi ini adalah untuk menyatukan akademisi dan peneliti dari seluruh dunia mempresentasikan hasil penelitian mereka, menyampaikan ide-ide mereka, serta mendiskusikan mengenai multimodal communication dari perspektif yang berbeda-beda,” tegasnya.

Selanjutnya, sambutan kedua disampaikan oleh Diah Ariani Arimbi, S.S., M.A., Ph.D., selaku Dekan Fakultas Ilmu Budaya. Beliau menyatakan bahwa konferensi ini telah berhasil menyatukan akademisi dan peneliti dari berbagai institusi atau universitas baik nasional maupun internasional.

“Partisipasi para peserta konferensi tidak hanya untuk menghadiri konferensi untuk mempresentasikan gagasan atau hasil penelitian, namun juga untuk memperluas koneksi dan jaringan karena bagaimanapun juga, mereka merupakan perwakilan dari universitas masing-masing. Saya berharap perluasan koneksi dan jaringan antar akademisi ini dapat membangun kolaborasi dari berbagai peneliti atau universitas ke depannya. Saya percaya bahwa kerjasama yang terbentuk antar universitas akan mampu memicu meningkatnya penelitian, publikasi, serta mobilitas akademik untuk mahasiswa dan staff,” tambahnya.

Setelah itu, acara dilanjutkan dengan pembacaan doa oleh Mochtar Lutfi, S.S., M.Hum. Selanjutnya, keynote pertama, Profesor Jeff Bezemer dipersilahkan untuk menyampaikan materinya yang berjudul “Multimodality: How will it impact the future of linguistics?”. Beliau membahas mengenai ekspresi-ekspresi selain percakapan dan tulisan dalam komunikasi, misalnya sentuhan dan aroma. Selain itu, beliau juga menjelaskan mengenai apa saja implikasi-implikasi yang muncul dari adanya pengakuan ekspresi-ekspresi lain dari komunikasi dan apa dampaknya bagi ilmu lingustik. Di akhir presentasi dibuka satu sesi pertanyaan saja mengingat waktu yang sempit.

Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi foto bersama dengan seluruh penyelenggara dan peserta konferensi sebelum dimulai presentasi paralel. Presentasi paralel dibagi dilaksanakan dalam 4 ruangan yakni Ruang A, B,C, dan D. Di Ruang A  presentasi dilakukan oleh Amelia Fidela Artha dengan materi berjudul “Amplifiers in International Journal Articles Ten Years on and Now” serta Nubar Gurbanova dan Rungthum Rangsikul dengan judul “Language in Politics Features of the Soviet Language Policy in 1920-1930s”. Sementara itu, di Ruang B terdapat Magdalena Ngongo, Mesakh Dethan, dan Hemyn B Hyna dengan judul “Metafunction Meaning in Lexicogrammar of Sermon Texts on ‘Language and Cultural Month’, Kupang Town: A Systemic Functional Linguistic Approach”, serta Ni Nyoman Sarmi dengan judul “The Diversity of the Way of Naming the Entity Reference of Fauna Lexicons in Using Language”. Sementara itu, di Ruang C pematerinya ialah Luthfi Gumilang dan Djuanda dengan judul “Interpretation of Meme Conversation Using Multimodality Analysis”, serta Dita Dewi Palupi dengan judul “Critical Discourse Analysis of the Meme Makasih yang Lebih Cantik”. Sedangkan di Ruang D diisi oleh Dwi Bambang Putut Setiyadi dan Ana Setyandari dengan judul “Political Discourse Debate of the Central Java Governor’s Candidate 2018”, serta Zulvy Alivia Hanim dan Hana Puspa Sari Dewi dengan judul “Rhetorical Devices as the strategy of Conceptualizing the Leadership Identity in American Political Speech”.

Presentasi sesi kedua dilaksanakan setelah coffee-break dengan pemateri-pemateri antara lain Devi Melisa Saragi serta Dewi Yulia Wati di Ruang A, Rosita Ambarwati, Joko Nurkamto & Riyadi Santosa serta Stanley Elias & Nubar Gurbanova di Ruang B, Intan Amalia & Kurnia Asri Prasetyorini serta Fadhila Kusumaningrum. Sementara itu di Ruang D terdapat Adinda Rizki Ramadhani dan Petani bin Mohd Noor.

Sementara itu, presentasi sesi ketiga diisi oleh pemateri-pemateri antara lain Ni Wayan Sartini serta Adis Kusumawati di Ruang A, Levinda Hesty Suryawardhani serta Dona Rahayu Sugiharti di Ruang B, Siyaswati serta Eka Kuswandini di Ruang C, seta Mahsyurotun Nikmah dan Kurniawati di Ruang D.

Open chat
Ada yang bisa kami bantu ?