FIB JALIN KERJASAMA DENGAN IWATE UNIVERSITY

image

Penandatanganan MoA oleh Wakil Dekan III Rizki Andini, S.Pd., M.Litt., Ph.D, dan Profesor Matsuo Uemura (Foto: Rinda)

Perkembangan akademik di FIB khususnya terkait dengan bahasa dan sastra Jepang dipastikan lebih semarak dan produktif setelah disepakatinya kerjasama dengan Iwate University.
Fakultas Ilmu Budaya telah sepakat menjalin kerjasama dalam bidang pendidikan dengan Iwate University, Jepang. Kerjasama tersebut diresmikan dalam sebuah penandatanganan Memorandum of Agreement atau MoA, oleh Wakil Dekan III Rizki Andini, S.Pd., M.Litt., Ph.D, dan Profesor Matsuo Uemura selaku Vice President of Iwate University. Memorandum of Agreementatau MoA merupakan kesepakatan bilateral atau multilateral yang dijalin dalam sebuah rencana kerjasama. Melalui cara itulah, Fakultas Ilmu Budaya berupaya memperluas networking dengan menggandeng satu lagi partner internasional.
Dalam kesempatan ini juga turut hadir Kepala Departemen Sastra Jepang Dwi Anggoro Hadiutomo, S.S., M.Hum., Ph.D, Antonius R. Pujo Purnomo, S.S., M.A, selaku Dosen Sastra Jepang dan alumni Iwate University, serta Kepala Departemen Ilmu Sejarah Gayung Kasuma, S.S., M.Hum. Sementara itu dari pihak Iwate University juga turut hadir Profesor Anders. Penandatanganan MoA tersebut dilaksanakan di Ruang Shakespeare Fakultas Ilmu Budaya Unair pada hari Selasa, 20 Maret 2018.
Profesor Anders menyatakan bahwa pihak Iwate University memilih Fakultas Ilmu Budaya UNAIR karena telah ada koneksi antara FIB dengan Iwate University. Koneksi tersebut disediakan oleh Antonius R. Pujo Purnomo, S.S., M.A, Dosen Sastra Jepang FIB yang juga merupakan alumni dari Iwate University itu sendiri.
“Jadi kerjasama ini terjadi karena Antonius-sensei adalah alumni dari Iwate University. Sehingga dia menjadi koneksi antara Universitas Airlangga dan Iwate University. Kerjasama akan lebih mudah dilakukan bila ada koneksi seperti ini,” ungkapnya.
Profesor Anders juga mengakui bahwa motivasi utama Iwate University menjalin kerjasama dengan FIB UNAIR adalah untuk memberi kesempatan kepada mahasiswa-mahasiswa Jepang yang berminat mengikuti program pertukaran mahasiswa ke luar negeri. Dengan adanya pertukaran pelajar ke FIB UNAIR diharapkan mahasiswa-mahasiswa Jepang dapat belajar banyak dari Indonesia baik baik mengenai sastra, sejarah, maupun budaya.
Sementara itu, Antonius R. Pujo Purnomo, S.S., M.A, menyatakan bahwa kerjasama FIB UNAIR dan Iwate University ini lebih banyak berfokus dalam bidang pendidikan. Bentuk-bentuk kerjasama tersebut antara lain pengadaan pertukaran mahasiswa, pertukaran staff, pertukaran informasi, penyelenggaraan seminar bersama, penelitian dan lain-lain. Antonius juga menyatakan bahwa banyak sekali manfaat yang akan didapat Fakultas Ilmu Budaya dengan adanya kerjasama ini. Manfaat-manfaat tersebut antara lain, FIB dapat memperoleh informasi-informasi terbaru dan dapat mengirimkan mahasiswa-mahasiswanya ke Iwate University.
“Selain itu, Jepang adalah negara yang lebih maju, jadi kita bisa belajar dari mereka. Kita juga bisa mengirimkan mahasiswa ke Jepang dan mahasiswa dari Iwate akan kesini. Pertukaran mahasiswa seperti ini juga dapat menjadi ajang pengenalan dan promosi mengenai Indonesia kepada mahasiswa asing, sekaligus mahasiswa Indonesia yang dikirim ke Iwate dapat belajar mengenai Jepang,” imbuhnya.
Sejalan dengan penjelasan Profesor Anders, Antonius juga mengakui bahwa kerjasama ini terwujud berkat adanya dua alumni Iwate University di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga, yang kemudian menjadi penghubung antara Iwate University dan FIB UNAIR. Selain itu, universitas-universitas di Jepang memang sedang mencari partner. Hal ini turut menjadi faktor terwujudnya kerjasama antara Iwate University dengan FIB UNAIR.
Antonius juga berharap dengan adanya kerjasama ini maka akan tumbuh interaksi yang kuat antara FIB UNAIR dan Iwate University serta arus informasi akan berjalan dengan lancar. “Saya juga berharap kerjasama ini dapat diperluas lagi misalnya dengan mengadakan program double degree. Selain itu semoga kerjasama ini juga dapat diperluas ke universitas-universitas lain,” tegasnya.
Penandatanganan MoA ini ditutup dengan penyerahan cinderamata dari kedua belah pihak dan foto bersama.